Hubungan Persepsi Mahasiswa Dan Minat Belajar Dengan Disiplin Belajar


 BAB I
PENDAHULUAN

 1.1. Latar Belakang Masalah
Keberhasilan hidup manusia pada dasarnya tidak terlepas dari kedisiplinan diri manusia. Disiplin muncul dari kebiasaan hidup dan kehidupan belajar dan mengajar yang teratur serta mencintai dan menghargai pekerjaannya dan disiplin merupakan proses pendidikan dan pelatihan yang memadai dalam aspek kehidupan.
Disiplin belajar dapat dipandang sebagai salah satu kunci sukses mahasiswa dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Disiplin sebagai prasyarat pembentukan sikap, perilaku dan tata kehidupan yang akan mengantar seorang mahasiswa sukses dalam belajar. Kedisiplinan dalam belajar ini harus dilakukan dengan penuh kesadaran, hal ini dikarenakan dengan kesadaran maka prestasi belajar yang diperoleh akan lebih baik dan dari hasil belajar yang baik akan dapat meningkatkan disiplin belajar pada diri mahasiswa.
Menurut Sukadji (1988) bahwa “disiplin merupakan upaya untuk membuat orang berada pada jalur sikap dan perilaku yang sudah ditetapkan pada individu oleh orangtua. Pendidikan disiplin merupakan suatu proses bimbingan yang bertujuan untuk menanamkan pola perilaku tertentu, kebiasaan-kebiasaan tertentu, atau membentuk manusia dengan ciri-ciri tertentu, terutama untuk meningkatkan kualitas mental dan moral”.
Sukadji (1988) juga menyatakan bahwa “pendidikan disiplin merupakan suatu proses bimbingan yang bertujuan untuk menanamkan pola perilaku tertentu, kebiasaan-kebiasaan tertentu, atau membentuk manusia dengan ciri-ciri tertentu, terutama untuk meningkatkan kualitas mental dan moral. Sedangkan di dalam keluarga, pendidikan disiplin diartikan sebagai metode bimbingan orangtua agar anaknya mematuhi bimbingan tersebut. Tujuan utama dari disiplin bukan hanya mematuhi perintah atau aturan saja akan tetapi agar setiap individu memiliki disiplin jangka panjang yaitu kemampuan untuk mendisiplinkan diri sendiri yang terwujud dalam mengakui hak dan kewajiban orang lain serta memiliki tanggung- jawab di dalam lingkungan sosial, dimana penanamannya dimulai sejak kecil.
Proses belajar yang baik adalah proses belajar yang dapat memudahkan mahasiswa dalam memahami materi pelajaran yang diajarkan. Sikap disiplin dalam belajar sangat diperlukan untuk terwujudnya suatu proses belajar yang baik. Sikap disiplin dalam belajar akan lebih mengasah keterampilan dan daya ingat siswa terhadap materi yang telah diberikan, karena mahasiswa belajar menurut kesadarannya sendiri serta mahasiswa akan selalu termotivasi untuk selalu belajar, sehingga pada akhirnya mahasiswa akan lebih mudah dalam mengerjakan soal-soal dari materi yang diberikan.
Belajar dengan disiplin yang terarah dapat menghindarkan diri dari rasa malas dan menimbulkan kegairahan mahasiswa dalam belajar, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan daya kemampuan belajar mahasiswa.   Disiplin adalah kunci sukses dan keberhasilan. Dengan disiplin, seseorang menjadi yakin bahwa disiplin akan membawa manfaat yang dibuktikan dengan tindakannya. Setelah berperilaku disiplin, seseorang akan dapat merasakan bahwa disiplin itu pahit tetapi buahnya manis. Disiplin memberikan manfaat yang besar dalam diri seseorang. Sepintas bila kita mendengar kata disiplin maka yang selalu terbayang usaha untuk menyekat, mengawal dan menahan. Padahal tidak demikian, sebab disiplin bermakna melatih, mendidik dan mengatur atau hidup teratur. Artinya kata disiplin itu tidak terkandung makna sekatan, tetapi juga latihan. Untuk itulah kedisiplinan sangat diperlukan dalam usaha meningkatkan suatu kehidupan yang teratur dan meningkatkan prestasi dalam belajar karena sifatnya yang mengatur dan mendidik. Dari kebanyakan orang-orang sukses rasanya tidak ada diantara mereka yang tidak berdisiplin, kedisiplinan yang tertanam dalam setiap kegiatan mereka yang membawa kesuksesan.
Mahasiswa merupakan salah satu unsur dalam proses pendidikan di perguruan tinggi. Secara kognitif, mahasiswa juga telah mampu berpikir berdasarkan alasan-alasan ilmiah. Apalagi kemampuan mahasiswa untuk melihat dari perspektif yang berbeda juga muncul, sehingga tampak bahwa mahasiswa mampu melihat persoalan secara kritis. Mahasiswa tidak akan memproses informasi serta mengadaptasi-kannya dengan pemikiran mahasiswa itu sendiri.
Seperti halnya manusia lainnya, mahasiswa juga mempunyai kemampuan untuk mempersepsi berbagai hal di lingkungannya karena “persepsi merupakan proses yang digunakan manusia untuk menginterpretasikan data-data sensoris yang sampai kepada manusia melalui lima indera” (Lahlry dalam Severin dan Tankard Jr., 2005). Selain itu, karena persepsi merupakan aktivitas yang integrated, maka seluruh apa yang ada pada individu seperti perasaan, pengalaman, kemampuan berpikir, kerangka acuan, dan aspek-aspek lain akan ikut berperan dalam persepsi tersebut (Walgito, 2003). Dengan demikian, penelitian tentang mahasiswa yang dikaitkan dengan persepsi merupakan hal yang menarik karena dapat mengungkap persepsi seseorang dengan kemampuan melihat persoalan secara kritis namun juga dipengaruhi oleh perasaan, pengalaman, kemampuan berpikir, kerangka acuan dan aspek-aspek lain dalam diri seseorang tersebut.
Persepsi mahasiswa pada mata kuliah mikrobiologi dapat diartikan bahwa mahasiswa tersebut menafsirkan tentang mata kuliah mikrobiologi yang dapat meliputi apakah mata kuliah mikrobiologi tersebut mudah untuk dipahami atau sangat susah dipahami dan hal lainnya adalah materi apa saja yang dipelajari dalam mata kuliah mikrobiologi tersebut.
Persepsi memaknai pelajaran dan tugas sebagai objek persepsi para siswa, berkaitan erat dengan sensasi, harapan, motivasi dan ingatan para siswa. Pada sisi lain, persepsi mahasiswa terhadap objek tertentu dapat pula tumbuh akibat stimulus yang bersifat eksternal. Setelah siswa tuntas menyelesaikan tugas-tugasnya mungkin pula pada diri mereka akan tumbuh persepsi yang berbeda dengan persepsi semula terhadap tugas-tugas yang diberikan. Demikian pula persepsi terhadap tugas-tugas yang diberikan dimaknai beragam oleh para siswa, ada yang memaknai positif dan ada pula yang negatif (Yatimah, 2005).
Proses belajar dan pembelajaran dalam bidang ilmu mikrobiologi adalah proses belajar dan pembelajaran yang menyangkut kehidupan mikroorganisme dengan segala problematikanya. Kehidupan mikroorganisme yang dipelajari bukan saja sifat-sifat individual mikroorganisme tersebut akan tetapi juga kemampuannya menyebabkan penyakit pada manusia dengan segala konsekuensinya. Evaluasi belajar dari mata kuliah mikrobiologi pada akhir semester yang dinyatakan dalam bentuk ujian semester sehingga keberhasilan belajar mata kuliah mikrobiologi berhubungan dengan kemauan, kemampuan fisik dan juga melalui minat belajar (Anwar, 2012).
Minat dalam belajar, merupakan faktor yang sangat penting untuk dibahas. Mengingat pentingnya hal tersebut, para ahli sepakat bahwa minat tersebut adalah hal yang mutlak dalam setiap aktivitas, termasuk dalam hal belajar. Sehubungan dengan hal ini Soemanto (2009) mengatakan bahwa ditinjau dari segi kepentingan pendidikan dan belajar, pemilihan jenis perhatian yang efektif untuk memperoleh pengalaman belajar adalah hal yang penting bagi subjek yang belajar.
Berdasarkan uraian di atas, penulis memahami bahwa memancing minat seseorang untuk belajar, merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh pengajar. Salah satu usaha untuk membimbing perhatian anak didik yaitu melalui pemberian rangsangan yang menarik perhatian dari anak didik. Dari pendapat tersebut, jelas bahwa membangkitkan perhatian dan minat belajar adalah faktor yang amat penting dalam kegiatan belajar mengajar.
Dalam pengamatan secara langsung melalui survei pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti, diketahui bahwa kehadiran mahasiswa dalam mengikuti mata kuliah mikrobiologi sering tidak tepat waktu, dan juga sering tidak tepat waktu dalam mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disadari betapa pentingnya sebuah minat seseorang terhadap suatu hal dalam hal ini adalah belajar sehingga oleh karena itu peneliti memilih topik penelitian kali ini diantaranya adalah minat belajar.
Berhasil tidaknya proses belajar mengajar (pendidikan) tergantung dari faktor-faktor dan kondisi yang mempengaruhi proses belajar mengajar. Faktor dan kondisi yang mempengaruhi proses belajar sesungguhnya banyak sekali macamnya, baik ada pada diri mahasiswa sebagai pelajar, pada dosen sebagai pengajar, metode mengajar, bahan materi pelajaran harus diterima mahasiswa maupun sarana dan prasarana.

1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas ditemukan masalah-masalah sebagai berikut :
1. Persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah mikrobiologi adalah mikrobiologi merupakan mata kuliah yang susah dipahami karena dosen yang mengajar kurang mampu mentransfer pengetahuannya kepada mahasiswa.
2. Minat belajar mahasiswa masih kurang.
3. Akibat dari persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah mikrobiologi dan minat belajar berkurang maka berdampak pada disiplin belajar.

1.3 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah ada hubungan persepsi mahasiswa dengan disiplin belajar pada mata kuliah mikrobiologi?
2. Apakah ada hubungan minat belajar dengan disiplin belajar pada mata kuliah mikrobiologi ?
3. Apakah ada hubungan persepsi mahasiswa dan minat belajar dengan disiplin belajar pada mata kuliah mikrobiologi?

1.4. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah maka tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui dan hubungan persepsi mahasiswa dengan disiplin belajar pada mata kuliah mikrobiologi
2. Untuk mengetahui hubungan minat belajar dengan disiplin belajar pada mata kuliah mikrobiologi
3. Untuk mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa dan minat belajar dengan disiplin belajar pada mata kuliah mikrobiologi

1.5. Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada berbagai pihak, diantaranya :
1. Manfaat Teoritis
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan yang dapat berguna untuk memberikan masukan yang berarti dalam perkembangan ilmu pengetahuan terutama yang berkaitan dengan masalah yang ada pada dunia pendidikan dan khususnya bagi perkembangan ilmu psikologi pendidikan .
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Peneliti
Penelitian ini memberikan pengalaman dan wawasan pribadi dalam mengembangkan penelitian tentang persepsi mahasiswa, minat belajar dan disiplin belajar di masa yang akan datang .
b. Bagi Mahasiswa
Hasil temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada mahasiswa bahwa pentingnya disiplin belajar mahasiswa untuk menghasilkan mahasiswa intelektual yang diharapkan keluarga, masyarakat dan bangsa.

Tentang pandahar

Hobi membuat tulisan
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s