Hukum


Pada halaman ini, penulis mencoba membagi pengalaman sehubungan dengan Gugatan PHI sehingga bagi siapa saja yang membaca blog ini dapat mengetahui prosedur gugatan PHI. Langkah-langkah yang harus diajukan seorang penggugat dalam gugatan PHI adalah:

  1. Sudah melalui mediasi dari Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja dengan mengajukan permohonan mediasi pekerja kepada Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja atas PHK sepihak yang dilakukan Pengusaha yang pada akhirnya mengeluarkan Anjuran dan apabila seorang pekerja menolak anjuran tersebut maka barulah dapat diajukan ke Pengadilan Hubungan Industrial.
  2. Dasar hukum untuk mengajukan gugatan PHI adalah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.
  3. Gugatan dapat diajukan oleh pekerja sendiri atau melalui kuasa hukumnya (pengacara) atau melaui Serikat Pekerja yang menjadi kuasa hukumnya.
  4. Gugatan diajukan kepada Ketua Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri………………. (daerah tempat kerja pekerja) Contoh Medan.
  5. Menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Hubungan Industrial (PPHI) pada pasal    , apabila tuntutan dibawah Rp.150.000.000 (seratus limapuluh juta rupiah), maka pendaftaran gugatan PHI sebenarnya gratis / tidak dipungut biaya, namun faktanya ada kalanya pekerja yang mengajukan gugatan PHI mengeluarkan biaya sekitar Rp.750.000,-
  6. Untuk menguatkan gugatan PHI Pekerja, maka dianjurkan untuk mengajukan bukti-bukti berupa surat-surat yang telah dinazegelen ke kantor POS setempat dan diperlihatkan keasliannya dihadapan majelis hakim, serta menghadirkan minimal 2 orang saksi.

Proses yang harus dilalui dalam gugatan PHI adalah :

  1. Sidang perdana yang berintikan  arahan dari majelis  hakim kepada Penggugat terlebih Tergugat atas gugatan pekerja agar memberikan jawaban/eksepsinya pada persidangan kedua
  2. Sidang kedua yang berintikan jawaban dari Tergugat atas gugatan Penggugat (Pekerja)
  3. Sidang ketiga yang berintikan jawaban dari Penggugat / Replik atas jawaban / Eksepsi Tergugat.
  4. Sidang keempat yang berintikan jawaban dari Tergugat / Duplik atas Replik Penggugat
  5. Sidang kelima yang berintikan pengajuan alat bukti dari Penggugat
  6. Sidang keenam yang berintikan pengajuan alat bukti dari Tergugat
  7. Sidang ketujuh yang berintikan pengajuan saksi dari Penggugat
  8. Sidang kedelapan yang berintikan pengajuan saksi dari Tergugat
  9. Sidang kesembilan yang berintikan dengan memberikan kesimpulan dari Penggugat dan Tergugat

10. Sidang kesepuluh yang berintikan PUTUSAN DARI MAJELIS HAKIM ATAS GUGATAN PENGGUGAT

 

Apabila Penggugat merasa keberatan atas putusan dari Pengadilan Negeri…, maka dapat dilakukan Kasasi dengan prosedur sebagai berikut :

  1. Mengajukan secara lisan akan mengajukan Kasasi setelah putusan dibacakan Majelis Hakim
  2. Setelah disampaikan secara lisan, maka Penggugat mendaftarkan Kasasi ke Panitera Pengganti sehingga keluar Akta Memori Kasasi dan selanjutnya membuat Memori Kasasi ke Pengadilan Negeri setempat
  3. Dari pendaftaran, Pengadilan akan menyampaikan kepada Tergugat bahwa Penggugat mengajukan Kasasi sehingga dihimbau agar Tergugat membuat Kontra Memori Kasasi.
  4. Setelah prosedur dilakukan Pengadilan Negeri setempat mengirimkan Kasasi ke Mahkamah Agung untuk dilakukan pemeriksaan.

 Untuk mengetahui bagaimana contoh gugatan PHI yang diajukan sendiri oleh pekerja dapat dilihat dengan mengklik INI.

Untuk bertukar pikiran dapat menghubungi nomor ini 081263723971 agar cepat komunikasinya. S.D.H. Sitorus,SE.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s